Harapan Ibu Menteri Kepada Lulusan STAN

1
73
views

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menantang lulusan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) agar dapat berkompetisi dengan lulusan non STAN pada saat menjadi pegawai Departemen Keuangan.

Dia juga meminta agar pada saat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dapat menjadi sosok yang mengemban amanah.

Dia mengingatkan sejak awal melamar STAN, wisudawan seharusnya sadar dengan komitmen yang akan mengabdi sebagai abdi negara atau Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kehadiran saudara di lingkungan birokrasi pemerintah adalah melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada publik. Itu bukan tugas yang ringan,” tandasnya pada saat memberikan ceramah di hadapan wisudawan STAN di Jakarta Selasa 10 November 2009.

Menurutnya konsekuensi menjadi PNS memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. Apalagi, lanjut dia, saat ini publik terus menerus berharap adanya birokrasi pemerintah yang amanah. Saat ini harapan itu belum dinikmati oleh publik.

Karena itu, dia berpesan agar lulusan STAN yang terjun ke dunia kerja harus bekerja ekstra keras, menjaga diri, “Tidak pernah berkompromi sedikitpun terhadap nilai-nilai yang dipegang, integritas dalam diri dan institusi,” katanya.

Seluruh lulusan STAN harus terus menerus memperbaiki kompetensi diri sendiri. Sri Mulyani mengaku tak puas dengan IPK rata-rata 3, dengan IPK maksimal 3,7.

Menurut dia, itu adalah pencapaian yang bagus untuk kurikulum yang sudah di desain bagus. Namun jika mengingat pengalaman sebagai Menkeu, pergaulan internasional, dan tantangan bangsa ke depan, dia menganggap IPK 3,6 belumlah cukup.

Untuk itu dia menantang lulusan STAN agar menunjukkan bahwa mempunyai kualitas yang baik atau sama dengan lulusan perguruan tinggi terbaik dari seluruh negeri. Tahun ini Departemen Keuangan menerima 1.200 pegawai negeri baru dari berbagai universitas. ” Jika mahasiswa STAN mempunyai IPK 3,6 namun lebih baik dari mahasiswa UI dengan IPK 3,4 anda harus malu,” kata dia.

Dia mengaku tidak rela jika apa yang ia kerjakan, menandatangani Surat Keputusan, memberikan beasiswa, menambah anggaran jika lulusannya kalah dengan universitas lain. “Maka investasi pemerintah dianggap gagal,” ujarnya.

Lulusan STAN ini akan ditempatkan pada Departemen Keuangan, Badan Pengawas Keuangan, serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.

Sumber : VivaNews

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here