Penempatan di Daerah tak terpetakan,siapa takut???

1
311
views

Penempatan di Daerah tak terpetakan, siapa takut???

“Jo, mari lulus kon pengen penempatan nang ndhi??”, Tanya Painem pada Paijo.

“Ga’ weruh Nem, yen aku ditempatke nang ngendhi-ngendhi manut. Lha wong IPhe ae pas-pasan jhe. Nang daerah sing ra tercantum nang peta yo tak tompo. Sing penting DepKeu. Mungkin takdirku nang kono”, jawab Paijo dengan polosnya.

Percakapan diatas mungkin pernah kita dengar atau bahkan kita sendiri yang akan mengucapkannya. Ketika dinyatakan lulus USM STAN kita tentunya akan sangat bangga, apalagi kita adalah satu dari 1800an mahasiswa STAN yang bisa ketrima di STAN dan berhasil menyisihkan hampir 120ribu pendaftar USM STAN. Suatu kebanggan bagi diri sendiri maupun keluarga.

Perjalanan kuliah di STAN mungkin tidak semudah apa yang dipikirkan. Kuliah gratis, dapat uang saku (padahal waktu tingkat 3 saja), dan langsung kerja setelah lulus itu memang benar dan mungkin itu salah satu alasan mengapa kita memilih kuliah si STAN padahal pada saat yang bersamaan kita telah kuliah di Universitas lain dan telah mengeluarkan biaya untuk daftar ulang, Kos maupun yang lainnya. Alasan ini tidak salah dan mendasar dan mungkin termasuk alasan saya sendiri kuliah di STAN ini.

Namun, cerita yang kita dengar tentang STAN tak selamanya menyenangkan. Ketika daftar ulang kita “disuguhi” sebuah hidangan kertas yang bertuliskan pernyataan Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Indonesia yang harus kita tempel dengan materai Rp6.000,00 dan kita wajib menandatangani surat tersebut sebagai bukti kesiapan kita untuk mengabdi kepada Negara di seluruh wilayah Indonesia khususnya pada Departmen Keuangan.

Lulus dari STAN mungkin hal yang paling ditunggu oleh hampir seluruh mahasiswa STAN. Karena setelah lulus , kita bisa segera mendapatkan penghasilan sendiri sehingga tidak perlu membebani orang tua lagi bahkan kita bisa langsung  menikah setelah lulus jika sudah ada yang mau. Namun, jika ditanya tentang penempatan, ada berbagai macam variasi jawaban yang dilontarkan. Tentunya semua  pengen ditempatkan di kota asalnya atau di Kota-kota lain di Pulau Jawa saja. Hal inilah yang dikhawatirkan sebagian besar lulusan STAN. Setelah lulus akan penempatan didaerah mana. Bisa jadi di Jawa seperti keinginannya atau malah di kota yang kita sendiri baru mendengarnya.

Sebenarnya penempatan didaerah manapun tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Jika dalam benak kita bawaannya tidak enak terus tentunya dalam menjalani kehidupan didaerah tersebut akan berat dan terasa bosan. Sebenarnya itu hanya persepsi dari kita sendiri karena selama ini kita menikmati apa-apa yang kita butuhkan selama ini dan takut itu semua tidak akan kita rasakan lagi ketika kita penempatan di kota-kota yang tak ditemukan di Peta.

Penempatan di daerah seperti itu memang ada segi positif dan negatifnya. Dari segi negative dulu misalnya kita akan lebih jauh dari orang tua kita maupun orang yang dicintai. Kita tidak akan bisa merasakan seperti apa yang akan kita rasakan selama hidup di Jakarta dan mungkin ada beribu-ribu alasan lainnya yang membuat kita terasa berat penempatan didaerah seperti itu. Namun, tidak fair jika kita hanya melihat dari segi negatifnya saja. Dari segi positif yang dapat kita ambil dan rasakan adalah di tempat yang baru (kantor-red) kita akan merasa lebih berguna daripada jika bekerja Di Jakarta misalnya. Karena memang sebenarnya kemampuan kita ini lebih tinggi daripada pegawai yang dari daerah setempat. Dari situ kita bisa meningkatkan kompetensi kita untuk menarik simpati kepala kantor misalnya supaya diberikan  beasiswa belajar. Kita juga bisa menikmati alam yang masih asri nan elok yang belum terjamah modernisasi yang kelewat batas.

Indonesia tidak hanya pulau Jawa dan Bali saja. Indonesia berjajar dari sabang sampai merauke yang merupakan satu kesatuan yakni Bangsa Indonesia. Penempatan dimanapun sebenarnya merupakan anugrah yang patut di Syukuri dan jangan menganggap ini sebagai cobaan karena kita masih sanggup untuk menjalaninya. Kita harus memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki demi kemajuan Bangsa dan Negara kita.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here